Kamis, 21 Oktober 2021

INFORMASI PENDAKIAN GUNUNG ASEUPAN VIA BASECAMP ABAH UMAR

 


GUNUNG ASEUPAN, SIKECIL CABERAWIT

Gunung Aseupan yang Secara Administrasi // terletak di dua wilayah Kabupaten // Yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang // dengan total luas area 8.095 Hektar // Gunung Asepan memiliki puncak tertinggi dengan ketinggian 1.174 Mdpl.


Gunung Aseupan bukan merupakan gunung berapi // walaupun berdekatan dengan gunung berapi yang cukup populer di Banten // yakni gunung PulosarI // dan gunung Karang // Nama Aseupan sendiri adalah istilah Bahasa sunda yang memiliki arti // “anyaman bambu yang berbentuk kerucut” // sebagai alat yang biasa digunakan untuk memasak nasi.



Masyarakat sekitar Gunung Aseupan // banyak yang berprofesi sebagai petani Melinjo // Cengkeh // dan // Kopi // selain itu juga // Wilayah perkebunan masyarakat juga ditanam berbagai jenis tanaman kayu // seperti mahoni // sengon // suren // Tidak terkecuali dengan abah umar // Lelaki paruh baya berumur  sekitar 70 tahun  ini // masih aktif berkebun di sekitar Pos 2 Gunung Aseupan // yang di tanamnya pun barvariasi // dari Cengkeh // hingga Durian // setiap haripun Abah umar pulang pergi ke kebunnya // yang berjarak sekitar 3 KM // dengan jarak tempuh 1 jam dari tempat tinggal nya yang juga di jadikan Bacecamp para pendaki.


Gunung Aseupan masih menjadi tempat tinggal beberapa hewan // mulai dari monyet ekor Panjang // beberapa burung termasuk Elang Jawa // Kijang // serta Babi hutan berjanggut (sus barbatus) // selain itu juga ada beberapa informasi warga bahwa gunung aseupan masih menjadi rumah untuk Macan tutul // Selain hewan // gunung aseupan juga masih di tumbuhi beberapa tumbuhan yang bisa di bilang sudah cukup langka // yakni tanaman Kantung Semar.


Untuk bisa sampai ke Puncak Aseupan // kami melewati Pos Abah Umar // rumah yang di jadikan Pos oleh para pendaki gunung yang ingin ke puncak aseupan // pos ini terletak di kampung Pamatangserang // Desa Sikulan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang Banten // Disini kita bisa mendaftarkan diri dengan biaya tiket masuk sebesar Rp.10.000.


Awal perjalanan // kita disuguhkan dengan perkebunan milik warga dengan track tidak terlalu terjal dan bisa di bilang landau // akan tetapi apabila habis hujan track ini cukup sulit di karenakan licin.


2 jam perjalanan di perkebunan warga akhirnya kita sampai di pos 3 // pos 3 adalah tempat camp yang digunakan pendaki sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju puncak // di Pos 3 terdapat warung milik warga // untuk camp di sini kita dikenakan biaya 10.000 untuk satu tenda //  Sebenar nya di pos 3 ada sumber sungai yang bisa di jumpai pendaki untuk mengambil air // akan tetapi jarak nya yang lumayan jauh dan jalur yang cukup terjal // sehingga tidak banyak pendaki yang mau mengambil air disitu // tapi tak perlu khawatir, di warung menyediakan air mentah yang di ambil dari kali tersebut dengan harga 5000 per 1 botol aqua.


Melanjutkan perjalanan ke Puncak Aseupan // biasanya para pendaki meninggalkan ranselnya di camp ini  atau menitipkannya kepada pemilik warung // akan tetapi kami tetap melanjutkan dengan membawa perlatan kami.


2 jam setengah kami menelusiri hutan dari pos 3 sampai ke puncak aseupan dengan track yang cukup ekstrim // punggungan tipis // dan tanjakan curam. Tepat pukul 13.00 kami tiba di puncak gunung aseupan.



Kurang lebih 1 jam kami di puncak untuk makan siang // dan seketika kami langsung turun // dikarenakan akan turun hujan // benar saja 10 menit kami jalan turun, hujan disertai angin pun ikut turun dengan derasnya // Singkat nya pukul 17.00 kami tiba di basecamp dan langsung persiapan pulang.

SELESAI

https://www.youtube.com/watch?v=KzsTxqXhIiI
Link Peta ada di Deskripsi Youtube


Sumber : - DLHK Prov. Banten
                - Masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Distributed by Deluxe Templates

Blogger Templates