22 juli 2015,
07.00 matahri sudah cukup terik, terlihat beberapa orang dengan kemeja panjang dan syal hijau melingkar di lehernya, di depan sebuah rumah di.jalan petamburan 5 dimana sering dijadikan tempat berkumpulnya anggota organisasi TIKUNGAN ADVENTURE, bisa di bilang sebagai sekretariat sementara kami. anak2 sedang packing dan melakukan pendistribusian logistik ke seluruh personil, sbelum nya tiga orang mengurus perizinan ke rw setempat dan polsek setempat.
8.45 kami membuat sebuah lingkaran kecil, rapat, saling rangkul untuk sekedar berdoa, memohon untuk diberikan keselamatan dan kesehatan selama operasi perintisan gunung aseupan...
"Mari saudaraku,, kita tundukan kepala sejenak, kita satukan hati dan fikiran kita, luruskan niat kita, serta memohon keselamatan selama operasi... berdoa mulai.... " azhar ketika itu yg memipin doa..
Suasan pun hening ketika berdoa... "Berdoa selesai" azhar melanjutkan.. Lalu mash dalam posisi melingkar, kami mengulurkan tangan (seperti menggambreng) satu sama lain, terasa kuat ganggamannya sekuat niat kami, tekad kami, dan semangat kami... dan disusul terikan semangat dari maulana.. "TIKUNGAN".... "Adventure..!!" disusul teriakan seluruh personil...
8.50 personil yg terdiri dari 8 orang yakni azhar, afien(asoy), sohip(citrun), robi(tokem), aput, ahmad, maulana(ableh) dan saya sendiri reza,, memulai langkah pertamanya melakukan perjalanan ke depan gang mulia (atau petamburan 5) untuk naik angkot (mikrolet) menuju setasiun tanah abang, dan transit di stasiun duri untuk sampai ke stasiun tangerang...
10.05 tiba di stasiun tangerang dan menunggu mobil yg sudah di carter untuk sampai ke pandeglang,,, PJ transportasi mengambil alternatif ini dikarenakan harga bus dari kalideres menuju pandeglang mengalami kenaikan sampai 300% pada musim lebaran inii..
11.00 jemputan datang, yakni imam (supir) dan agus (kawan saya), agus juga hendak ikut dalam operasi kami, jadi kami berangkat dengan menggunakan kijang kapsul dengan 9 penumpang dan 1 supir, jadi formasi tempat duduk 2-4-4.
16.30 kami sampai di kecamatan jiput, kabupaten pandeglang, gerimis menyambut kami... menurut warga setempat ini hujan pertama setelah beberapa bulan belakangan... personil pun terpecah untuk mengefesiensikan pergerakan, 2 orang mahfud dan asoy melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat untuk meminta informasi fasilitas puskesmas untuk gawat darurat, dan satu personil lagi azhar, tokem dan sohip menuju polsek untuk koordinasi kegiatan kami selama di lapangan.. selesai mengurus semua kami melanjutkan perjalanan menuju kampung terakhir yg menjadi titik awal pendakian....
Ada trable di perjalanan dan memaksa mobil harus tarik mundur, sisa nya kami melanjutkan dengan berjalan kaki... sisa perjalanan kurang lebih sekitar 5 KM lagi, dan memakan waktu hingga kurang lebih satu jam perjalanan, berjalan kaki malam2 di pedesaan ini sangat tidak di anjurkan, dinkarenakan banyak nya warga yang memiliki anjing peliharaan yg di lepas bebas, dan kami pun di buat beberapa kali shock jantung akibat gonggongan nya...
22.15 akhirnya kami sampai di kmpung panghadangan,, ini bukan kampung titik awal kami, namun sudah sangat dekat lokasi nya, dan kami pun di sambut oleh seorang bapak yg mash berkumpul oleh sanak keluarga nya di depan rumah nya yg juga memiliki warung, kebetulan bapak tersebut adalah RT kampung panghadangan..
Kami meminta izin untuk bermalam Dengan koordinat 106 58' 48" BT 06 18' 20" LS Itu merupakan.koordinat kami bermalam.. setlah berbincang kami pun menyantap makan malam, sudah sangat kosong perut kami atas keterlambatan ini... Selesai makan malam lanjut evaluasi dan breefeng untuk besok pagi.... 24.00 Light off...
23 juli 2015,
5.30 matahari sudah menampakan diri nya.... udara sejuk di tambah dengan suara burung membuat kami malu untuk tetap tertidur, baru sebentar rasanya beristirahat namun mau tidak mau, suka tidak suka kami harus mengikuti waktu ROP (rencana operasional perjalanan) yg sudah dibuat oleh operasi
6.30 waktu nya sarapan, makanan yg sudah kami pesan semalam akhirnya sudah disuguhkan, dengan menu nasi goreng telur dadar... selanjut nya personil terbagi 2, sesuai dengan brifing semalam.. ada yang mencari titik awal dan ada yang melakukan sosiologi penduduk, sedikit informasi warga sekitar bahwasanya dipuncakan pamatang burang batu mash terdapat.harimau atau macan diyakini oleh beberapa warga yang pernah melihat dan warga yang kehilangan kambing nya akibat di mangsa macan, serta diyakini oleh bapak pemburu babi hutan dengan anjing nya (anjing nya tidak mau terlalu ke atas gunung), serta aura mistik yang masih sangat kental...
9.30 perjalanan di mulai, setelah berpamitan dengan tuan rumah kami melanjutkan menuju titik awal pendakian..
Tim yang awal pada pagi hari tidak dapat menemukan titik awal yang pasti, semntara titik awal itu harus pasti karena behubungan dengan pergerakan selanjut nya,
11.30 makan siang di pematang sawah dengan menu orek tempe dan sosis goreng,,, lumayan lah untuk mengisi perut karena akan mulai masuk hutan dan otomatis akan memerlukan kalori.yang lebih dari biasanya..
Akhirnya komandan operasi memutuskan untuk mengubah titik awal ke jembatan, Kurang lebih 500 meter dari perencanaan awal...
13.00 menuju titik belok 1.. dengan melakukan man to man menuju titik belok 1 dengan sudut azimuth 60° , walaupun vegetasi mash kebun warga tapi cukup sulit untuk membuat sebuah lintasan garis lurus di karenakan medan mash di lembahan...
Sekitar satu jam melakukan man to man, kami tiba di titik belok 1 dengan medan punggungan dan vegetasi masih perkebunan.. pergerakan selanjut nya menuju titik belok 2, kami beruntung karena medan punggungan terdapat jalan setapak dan masih bervegetasi perkebunan warga yg di dominasi melinjo, dan coklat..sistem pergerakan kami dengan guide punggungan dengan sudut kompas 40°
16.30 sudah waktu nya istiahat, operasi memutuskan untuk berbivak di kisaran titik belok 2, vegetasi mash di wilayah perkebunan melinjo.. Komandan operasi membagi tugas, azhar dan mahfud mendirikan bivak, ahmad dan citrun memasak, robi mencari kayu dan membuat api... Di lanjutkan dengan memasak dan makan malam, setelah itu evaluasi dan.brefeng.. Light off
24 juli 2015
05.30 suara bising di depan bivak, membangunkan saya dari tidur.. Anak2 sudah bangun dari pukul 05.00 dan mulai membagi tugas yg sudah di brefeng semalam...
07.00 waktu nya sarapan dengan menu orek dan sosis lagi hahahaha....
07.30 mulai melanjutkan perjalanan.dengan target gunung aseupan..
09.00 milai memasuki vegetasi rotan,, cukup sulit membuka jalan dengan vegetasi rotan, (rotan adalah tumbuhan merambat sejenis bambu dan di tumbuhi duri di batang dan pohon nya)..
11.00 kami tiba di puncak pamatangburangbatu, setelah melewati hutan rotan yang cukup lebat...
11.30 kami istirahat makan siang di titik belok 4 sekitar 200 meter dari puncak pamatangburangbatu. Persediaan air menipis...
13.00 melanjutkan perjalanan target puncak aseupan, vegetasi mash rotan dan rapat dengan medan punggungan tipis yg kanan kiri nya jurang
Sekitar pukul 15.30 kami sampai di medan yang cukup datar dan cukup bagus untuk mendirikan camp.. Operasi memutuskan untuk mendirikan camp di puncakan 992 sekitar 1 km lagi ke arah puncak aseupan.. Operasi membagi tugas, robi mendirikan bivak, ahmad mencari kayu dan membuat api, sisanya mencari air dengan menuruni lembahan.. setengah jam kami menuruni lembahan, ternyata sungai nya kering.. dengan muka pucat dan tubuh yang sudah lagi tak fit kami.kembali menaiki punggungan dengan rasa kecewa...
18.00 azhar mendapatkan tugas memasak untuk makan malam, walau hanya dengan menu sayur sop, kami sangat menikmati nya, cukup lahap dan berselera, maklum pergerakan seharian cukup sangat melelahkan fisik dan sangat menguras kalori
20.00 evaluasi dan brefeng
Hasil brefeng untuk pergerakan besok adalah tarik mundur pasukan kembali ke titik awal, misi gagal ???... tentu ini bukan gagal atau berhasil dalam menjalankan misi perintisan gunung.. Memang target adalah puncak aseupan, tapi puncak bukanlah tujuan melainkan hanya sebuah titik ketinggian.. dan kembali ke tujuan awal...
Tujuan awal kami adalah berlatih navigasi tertutup dan berlatih survival dan kami rasa itu sudah cukup untuk kami yang notaben nya adalah pemula dalam hal mendaki gunung dengan merintis jalur yang direncanakan sendiri... dalam hati kecil kami, dalam tekad kami,,, suatu saat kami akan menuntaskan jalur ini sampai pincak aseupan
21.00 light off
25 juli 2015
06.00 seperti biasa.., suara senda gurau kawan2 membangunkan saya dari tidur.nyenyak, udara di sini cukup sejuk, tidak terlalu dingin, maklum gunung ini terletak di pesisir pantai barat (dekat pantai.carita) dan ketinggian nya pun hanya 1177mdpl, jaket hampir tidak ada fungsinya di tempat ini hehehe, tapi dari segi kontur tanah serta vegetasi, gunung2 di daerah pesisir banten memiliki ciri khas tersendiri,, dan memiliki tingkat kesulitan yang cukup dan sangat berbeda dari gunug lainnya (menurut pendapat saya)..
08.00 ljk tarik mundur dengan santai sambil memperjelas jalur yg sudah di buat,, sempat beberapa kali kami kehilangan jalur yg kami buat sendiri, untung nya kami mash tetap bernavigasi sehingga tidak mengalami disorientasi, dan kembali ke jalur yg sudah kami buat kemarin..
Jalan kembali jauh lebih cepat dari pada jalan perjalanan, pukul 12 siang kami sudah berada di kebun yg tidak jauh dari tempat camp 1 kami,, kami istirahat di saung (gardu, nama yg di pakai warga setempat) yang di jadikan tempat istrahat para petani mlinjo, istirahat kali ini kami tidak makan berat dikarenakan stok ait sudah abis, hanya tinggal untuk menyeduh kopi, kami istirahat dengan bercengkrama sambil memakan cemilan yang mash ada dan tentunya ditemani kopii serta disuguhkan pemandangan laut pantai barat dan indah nya keplakan sayap elang jawa yang begitu gagah di angkasa..
14.00 kami sudah sampai di rumah pak RT. Alhamdulilah keaadan tim sehat, hanya ada beberapa yang menjadi evaluasi besar selama perjalanan kami (akan dibahas secara intern).
Baru 30 menit kami beristirahat di rumah pak RT, kami sudah disuguhkan makan siang. Selesai makan, kami antri untuk membersihkan diri, karena badan terasa lengket, kepala sangat gatal, serta sebagai salah satu moto kami yaitu "pergi tampan pulang tampan" hehehe..
17.00 kami pun kembali di suguhkan makan malam, padahal matahari belum kembali ke peraduan, menu makan malam nya pun sangat istimew, yakni, ikan tawar, ikan asin, sayur kulit melinjo,
Sambal terasi, timun, lalap jengkol. Tak heran beberapa dari kami menambah porsi nya, termasuk saya.
18.15 ba'da sholat maghrib kami berpamitan ke ibu RT, untuk segera menuju jiput, kebetulan kami menyewa mobil bak bapak RT untuk sampai jiput..
sekitar pukul 19.00 kami sudah di jiput, dan menunggu mobil jemputan di puskesmas samping koramil jiput..
Sambil istirahat dan bercerita tentang pengalaman masing2 selama operasi perintisan, tak terasa sudah pukul
01.00 dini hari, tidak lama kemudian mobil jemputan yang dikendarai imam tiba.. berbeda dengan mobil yg mengantar, kali ini kami pulang dengan bak terbuka, alhamdulilah tidak hujan selama.perjalanan pulang,
04.00 alhamdulilah kami sudah sampai di basekem TIKUNGAN ADVENTURE dengan selamat, sehat, tanpa kekurangan sesuatu apapun...
Sampai jumpa di operasi perintisan selanjutnya........
"TIKUNGAN ADVENTURE"

ceritanya mantap min ... hahaha
BalasHapus